Jumat, 14 Desember 2012

Kerajaan Medang Kamulan letak kerajaan raja raja yang memerintah kehidupan politik kehidupan sosial budaya



Kerajaan Medang Kamulan (Mataram Kuno - Hindu)

Prasasti Laguna merupakan dokumen sejarah tertulis yang dikenal paling awal ditemukan di Philipina. Berupa lempengan plat tembaga tipis berukuran kurang dari 20 × 30 cm (8 × 12 inci) dengan bentuk tulisan timbul, ditemukan oleh seorang buruh pasir dekat muara Sungai Lumbang di Barangay Wawa, Lumban, Laguna. Wilayah Kerajaan Medang Kamulan hanyalah Tatar Jawa, Madura dan Bali.
Prasasti tersebut pertama kali dilakukan penelitian oleh seorang antropolog Belanda, Antoon Postma. Penemuan ini sangat penting sebagai bukti hubungan budaya antara Pra-Hispanik orang Tagalog dengan berbagai peradaban kontemporer Asia, terutama orang Jawa (Kerajaan Medang), Kekaisaran Sriwijaya, dan kerajaan-kerajaan di India Tengah (dilihat dari bahasa, lebih lanjut masalah perkiraan agama yang berkembang, pra-Spayol dan Islam).
Tertulis diatasnya, permulaan teks yaitu era tahun Saka 822, atau setara dengan 900 Masehi pada bulan Waisaka, hari keempat bulan memudar, dan ini dalam penangalan modern tepat jatuh pada hari Senin, 21 April 900 Masehi, dalam kalender Gregorian tentunya.
Sistem penulisan yang digunakan menggunakan Script Kawi – Jawa Kuno, sementara dilihat dari bahasa yang digunakan adalah campuran berbagai bahasa yaitu terdiri dari bahasa Melayu Kuno, berisi kata-kata pinjaman dari bahasa Sansekerta dan berbagai elemen kosakata beberapa bahasa non-Melayu yang berasal diantaranya bahasa Tagalog Lama dan Jawa Kuno.
Menurut Prasasti Nalanda
Raja terakhir yaitu Balaputradewa 860 Masehi,
Menurut berita utusan Tiongkok 960 dan 962 Masehi
Dilanjutkan oleh Sri Udayaditya Warmadewa atau Se-li-hou-ta-hia-li-tan,.

Raja raja yang memerintah
1.      Sanjaya  pendiri Kerajaan Medang
2.      Rakai Panangkaran, awal berkuasanya Wangsa Syailendra
3.      Rakai Pananggualan alias Dharanindra
4.      Rakai Warak alias Samaragrawira
5.      Rakai Garun alias Samarantungga
6.      Rakai Pikatan awal kebangkitan Wangsa Sanjaya
7.      Rakai kayu wangi alias Dyah Lokapala
8.      Rakai Watuhumalang
9.      rakai watukura Dyah Balitung
10.  Mpu Daska
11.  Rakai Layang Dyah Tulodong
12.  Rakai Sumba Dyah Wawa
13.  Mpu Sendok, awal periode Jawa Timur
14.  Sri Lokapala
15.  Makuthawangsawardhana
16.  Dharmawangsa Teguh Kerajaan Medang berakhir

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar